–

Tentang Pantau Titik Api

Versi 1.0.0 · siagaapi.my.id

Pantau Titik Api adalah aplikasi web pemantauan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan secara near real-time di seluruh Asia Tenggara. Aplikasi ini menggabungkan deteksi multi-satelit, prakiraan angin, model kualitas udara, dan sensor AQI untuk membantu memantau titik api, memperkirakan arah sebaran asap, dan menilai kualitas udara di suatu wilayah — misalnya Palembang — lewat mode fokus wilayah.

Dibuat oleh

Dery Marsan, S.T.

Geophysical Engineering, Institut Teknologi Bandung

Supported by IA ITB Sumatera Selatan

Sumber data

NASA FIRMS (VIIRS & MODIS)

Deteksi titik panas near real-time dari satelit VIIRS S-NPP, NOAA-20 dan NOAA-21 (resolusi 375 m) serta MODIS Terra/Aqua (1 km), diperbarui beberapa kali sehari.

Open-Meteo (model GFS & ECMWF)

Prakiraan angin per jam di permukaan (10 m) dan ±750 m (925 hPa) untuk partikel angin dan lintasan asap, serta cuaca, hujan, dan kelembapan di titik yang dipilih.

Copernicus CAMS (dengan emisi kebakaran GFAS)

Prakiraan PM2.5 global hingga 4 hari lewat Open-Meteo Air Quality; dipakai untuk lapisan asap dan kategori ISPU dari rata-rata 24 jam.

World Air Quality Index Project (WAQI)

AQI terukur per stasiun dari BMKG, KLHK, PCD Thailand, DOE Malaysia, NEA Singapura, dan jaringan sensor warga. Atribusi lembaga asal tampil di setiap stasiun.

IQAir AirVisual

AQI terukur per kota di kota-kota rawan asap Asia Tenggara.

OpenStreetMap (Nominatim) & Open-Meteo Geocoding

Nama wilayah, batas administratif kota/kabupaten/provinsi untuk mode fokus, dan pencarian lokasi (GeoNames).

Natural Earth & peta dasar Esri / OpenStreetMap

Batas negara 1:50m untuk menyaring titik api dan stasiun di luar ASEAN; peta dasar dari Esri dan kontributor OpenStreetMap.

Model & metode

Model cuaca numerik GFS (NOAA) & ECMWF IFS

Sumber angin prakiraan per jam hingga 4 hari, diambil pada grid 1,5° untuk seluruh Asia Tenggara.

Model kualitas udara CAMS (ECMWF)

Prakiraan PM2.5 beresolusi ±45 km yang memperhitungkan emisi kebakaran dari GFAS.

Lintasan asap 2D (Runge–Kutta orde 2)

Dihitung langsung di browser dari angin model: lintasan maju 48 jam dari kompleks api dan lintasan balik 24 jam ("asal udara") untuk mode fokus, dengan koridor ketidakpastian yang melebar 15–75 km.

Aplikasi ini tidak memakai model machine learning untuk prediksi; semua prakiraan berasal dari model fisika/numerik di atas.

Model AI

Claude Opus 5.5 (Anthropic)

Asisten AI yang membantu merancang dan menulis kode aplikasi ini. Tidak dipakai untuk menghasilkan data atau prakiraan di dalam aplikasi.

Disclaimer. Data dan prakiraan bersifat indikatif untuk mendukung pemantauan dini, bukan informasi resmi.

  • Titik panas satelit belum tentu kebakaran (bisa suar gas atau panas industri), dan api bisa tidak terdeteksi bila tertutup awan atau asap tebal.
  • Lintasan asap adalah estimasi 2D sederhana, bukan model dispersi; prakiraan model bisa berbeda dari kondisi lapangan.
  • Nilai sensor memakai skala AQI US EPA, bukan ISPU resmi; kategori ISPU di aplikasi dihitung dari model.
  • Untuk informasi dan keputusan resmi, rujuk BMKG, SiPongi+ (Kementerian Kehutanan), ISPU (Kementerian Lingkungan Hidup), serta BNPB/BPBD setempat — selalu verifikasi lapangan sebelum mengambil keputusan operasional.
  • Data pihak ketiga tunduk pada ketentuan masing-masing penyedia. Aplikasi ini tidak menyimpan data pribadi pengunjung; alamat IP hanya dipakai sementara di memori untuk membatasi permintaan berlebihan.